diusahakan tidak mengCOPY-PASTE cerita ini sebelum izin --> 285130DE
"sa.. sa! bangun dong" samar samar seseorang memanggilku. kubuka mataku yang tak kuasa menahan kantuk yang mendalam. "apa ca?" kataku penasaran. "apa itu! sepertinya ada yang aneh. dia menatapku terus menerus ka" kata acha. "ahhh! sudahlah ini kan baru jam 9 malam! mana ada sih hantu berkeliaran jam 9 mungkin tengah malam" aku mengigau acha semakin ketakutan. "kamu itu berlebihan ca! penakut tau gak" kataku tertawa. "tapi aku bener ka suer tekewer kewer" kata acha. aku berusaha untuk tidak mendengar ocehan adikku. "ka.. bangun ka serius deh" kata acha. "dua rius malahhh" kata acha mencubitku. "awchh owchh! achaa sakitt.. tidurlah acha nanti pagi ku beli kan permen ki xxxxx (sensor)" kataku. "ndak mau kak! tolong percaya sama adikmu sendiri lah" kata acha. "baiklah sebenernya kmu mau apa!" kataku sedikit membentak. "tolong bacakan sebuah cerita agar aku tidur" kata acha "pada zaman dahulu kala.... tamat" kataku. acha memelototiku sebenarnya aku takut kalo acha memelototiku. "baiklah acha" kataku. aku menceritakan sebuah kisah putri tidur dan pangeran. aku melirik sebentar ke arah adikku "hore sudah tidur" kataku. aku mematikan lampu kamar dan segera tidur. tapi tunggu dulu aku melirik ke arah pintu. ahhhhhhhh sebuah kepala tergantung dibelakang pintu. rambutnya amat panjang kira2 sampai ujung kaki. aku tak kuasa menahan takut aku segera tidur memeluk adikku acha. tapi tiba tiba.. kakiku terangkat badanku melayang sebenarnya ada apa iniii? aku melihat ke arah jendela. jendelanya terbuka dengan sendirinya aku melihat ada sesosok bayangan menatapku aku membalikan arah tubuhku ke arah lemari, aku melihat sebuah sosok ternsenyum lebar sangatttt lebar ke arahku dan segera melocat ke arah tubuhku. ahhhhh aku teriak amat kencang tapi tak mampu membuat acha terbangun "syukurlah" kataku dalam hati. sosok itu langsung pergi dari hadapanku. aku mencoba untuk tidur tapi tak mampu. pintu kamar apartement terbuka lebar. memang sih keluargaku itu baru pindah 1 hari ke apartement goldyn sun. "mau apakau?" kataku. "adikmu!" aku amat terkejutt adikku kupeluk dengan erat tapi sosok kepala buntung segera memelototoki mataanya hampir saja keluar tapi kupukul dengan sapu nyere (atau disebut juga dengan sapu lidi) tiba tiba dari kolong tempat tidur aku berhasil dibekap oleh 2 sosok kuntilanak rambutnya mengenai lenganku sungguh rambutnya amat kusut. "acha... acha bangun dan tolong kakak" kataku. acha terbangun heran melihatku. "kaka sedang apa?" apaahh dia tidak tau apa yang sedang ku alami? padahal kejadian itu hanya ada di depan matanya! "acha jangan bohong" kataku meyakinkan. "dua rius kak!' beberarti aku sedang ada di dimensi hantu ahhh tidak mungkin! adikku acha terlelap lagi aku mencoba mengeluarkan doa doaku tapi tidak berhasil. aku tak menyangka kalau di atasku itu ada sebuah ingus (atau disebut juga cairan yang keluar dari hidung apabila kita hendak flu) "tidak mungkin!" kataku. aku melihat ke atasku ada manusia berkepala botak ya! itu tuyull AHHHHHHHHHH
bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar